“rindu biru rindu luka”

Posted in suntingan hati on August 10, 2009 by pendaranhati

luka ini ku buat sendiri..
luka yang kuciptakan dengan kesadaranku..

aku tahu ini luka..
tapi aku begitu menikmati luka..

aku biru yang bermain dengan luka..
luka yang aku bangun sendiri..
luka yang mungkin aku sendiri tak ingin menyembuhkanya..

kini aku rindu… luka..
luka yang telah ku rangkai sendiri
luka yang telah kususun di atas air mata kerinduan

lukaku..luka biru
lukaku..luka rindu

dari setiap penantian untuk bertemu..
terangkai luka pilu dalam qolbu..

sebuah peristiwa membawaku mangakhiri tawa
dan aku luka..

ingin ku akhiri semua ini,,
tapi aku tak cukup kuasa meninggalkan luka..
lukakun terendap dalam lara rindu..

ketika jarak dan waktu semakin menambah luka..

lukaku.. luka rindu biru..

entahlah..
aku mungkin hanya sebatas pengaggum yang merindu..

aku ingin berlari dan bersembunyi..
tapi bagaimana aku dapat berlari..??
jika kakiku terluka atas segala rindu mendera..
tapi bagaimana aku dapat bersembunyi..??
jika aku tak pernah sendiri..
bayanganmu selalu mengikutiku..

luka..
aku luka..
dan aku rindu..luka..

wahai engkau cahaya pada penglihatanku..
pandanglah aku yang luka..
pandanglah walau sekejap..

sambut tanganku..
sambut tanganku.. rindu..

apakah aku yang menunggumu untuk bertemu denganku..??
apakah kau yang menungguku untuk bertemu denganmu??
bagaimana jika kau hentikan saja waktu itu..??

hingga tak akan ada alasan aku dan kamu untuk saling menunggu..

lukaku luka rindu..
rinduku rindu luka..

dan aku merindukanmu luka..
lukaku untuk merindukanmu..

*140609*rindu biru

untukmu yang rindu Cintamu..

Posted in suntingan hati on June 29, 2009 by pendaranhati

“Bila kau disini bersamaku, bantulah aku menghentikan waktu..
Karena ia telah mencuri sesuatu yang terindah dalam hidupku..
Ketika, kau bersamaku..
Bantulah aku memeluk mimpiku,
karena ia yang membuat aku memilikimu..
Dan bila saat ketika kau bersamaku,
iringilah langkahku dalam penghambaanku padaNya”

aku tidak menyangka, kamu membaca tulisan itu..

Kamu yang mengingatkan tulisan yang pernah kubuat..
Lalu mengapa kau begitu..??
Ya.. aku tidak akan menanyakan itu..

Aku tahu kamu akan pergi..
Pergilah sayangku..
Pergilah pada cintamu..
Pergilah pada rindumu..

Tapi kumohon..

Kembalilah..
Kembalilah dengan senyummu..
Senyum yang mengenalkan aku denganmu..
Senyum yang mengantarkan aku pada tulisan hatiku..

Jangan pernah merasa kau sendiri…
Karena disini aku yang akan selalu mendukungmu..
Bukankah kamu sendiri yang bilang padaku..

“temani aku biru..”

Ya, Aku akan menemanimu..
Aku akan menemanimu..

“damai ku terganggu!! laut biruku
ketika ku cium wangi apa ini….
lihat lah aku tersenyum disini biru…
ketika mulai menjadi satu jalur …
hatiku pun memerah……
lanjutkan sayangku…
aku akan selalu berkata lanjutkan..
capai segera hakikat kehidupan…”

jika kau tinggalkan aku..
siapa yang menemaniku..

Seperti laut dan langit..
Seperti kataku..
Seperti yang ku sampaikan padamu..

Karena aku pun sama sepertimu..
Ingin pergi..
Ingin menghilang..
Ingin bertemu dengan cintaanku..
Aku rindu..
Sama sepertimu..

*biru rindu sama sepertimu*

Jangan Pergi Dulu…

Posted in suntingan hati on June 19, 2009 by pendaranhati

kemarin kau kisahkan aku
tentang masa lalu dan kenanganmu
hingga kau buat jutaan kata puja dan puji untuknya
aku hanya diam..

kemarin kau sampaikan padaku
tentang kerinduanmu atas kematianmu
hingga kau terkubur bersama luka dan masalalumu
aku hanya diam..

kemarin kau utarakan padaku
tentang asamu mengeja setiap bait kehidupan
hingga kau terluka berdarah dan berairmata
aku hanya diam..

kemudian..
kau tanyakan padaku
mengapa aku hanya diam??
apa yang harus kukatakan padamu
jika semua telah kau wakili

dan..
kemarin kau bercerita
tentang bunga keabadian
tentang awan dan pendakian

kemarin kau katakan
ketika kau di puncak gunung
awan akan ada di bawah kakimu

lalu..
ku ceritakan padamu
tentang kisah laut dan langit
tentang awan,
tentang teratai bunga kehidupan

kemudian..
kau bilang
kau akan pergi
untuk pendakianmu yang kesekian

sekarang aku katakan padamu

jangan pergi dulu..

sudikah kau menungguku sejenak
ada sesuatu yang ingin kutitipkan padamu

aku ingin menitipkan rinduku pada langit biruku
rinduku atas nama do’a

jika bukan karena rindu…
mungkin hatiku tak akan terdiam
aku diam karena rindu
rinduku yang meruah jingga
di batas senja..

kepada siapa kutitipkan rindu..

Posted in suntingan hati on June 19, 2009 by pendaranhati

aku sibuk..
aku sibuk menghitung dan menyusun rindu..

semakin hari semakin banyak
sepertinya almari hatiku sudah tak cukup menyimpannya
aku harus menatanya kembali
agar rindu itu cukup menempati di alamri hatiku

namun bagaimana dapat aku menatanya???
sementara kuncinya kamu pegang
dan kamu semakin menjauh dariku..

bagaimana dapat aku mengatur rinduku dalam almari hatiku?
bagaimana dapat aku menyusunnya kembali
hingga rindu – rindu ini kucukupkan

hey.. kembalikan kunci itu padaku
atau jangan-jangan kamu telah membuangnya?

hhhh..
jika begitu..
lebih baik aku amnesia
hingga aku lupa
apa itu rindu dan seperti apa rindu itu..

hey.. dimana kamu berada kini?
bersembunyikah kamu dibalik rindu?
keluarlah dari situ
kamu tak perlu sembunyi

karena rindu itu kamu..

sebuah dialog

Posted in suntingan hati with tags , , , , , on May 13, 2009 by pendaranhati

ada yang bertanya padaku
“Biru, mengapa kau selalu tertunduk?”

aku menjawabnya lirih dan hampir tak bersuara
“aku hanya bisa menunduk
aku malu menatap wajah langit biru”

kemudian dia bertanya kembali padaku
“Biru, aku ingin cinta, aku akan mencarinya
tapi mengapa Tuhan begitu padaku”

aku jawab,
“karena kaupun begitu padaNYA”

“tapi aku tidak begitu dekat dengan DIA, Biru”, ucapnya

“mendekatlah, mau DIA adalah maumu
parasangka DIA adalah prasangkamu”

“dekatilah DIA, seperti kau berlari mengejar cintamu
lalu rayulah DIA dengan do’a dan zikrullah”

kemudian dia bertanya kembali padaku
“apa cukup itu saja Biru?”

kemudian aku katakan padanya,
meskipun bibirku sudah tak sanggup berkata,

“do’a adalah pengharapan
zikrullah adalah keberserahan dan kepasrahan

dalam pengharapan
dalam pengharapan ada ikhtiar
dalam ikhtiar ada niat
dalam niat ada tujuan
tujuan yang akan membawamu bertemu dengan cinta

dan perjalanan bertemu dengan cinta
adalah pendewasaan hati

ketika perjalanan yang dilalui tidak seperti yang diinginkan
maka kembalikan pada keberserahan dan kepasrahan
lelah memang
tapi langkah itu adalah amanah
cinta itu adalah DIA
DIA yang mewujudkan cinta
DIA telah mempersiapkan cintamu yang teristimewa
DIA hanya menunggu hatimu”

tidak mudah memang
karena akupun belum tentu bisa
aku harus banyak belajar

*dialog hati, di penghujung hari ke tiga belas, bulan ke lima,2009*

sedetik waktumu aku menjadi pameomu

Posted in suntingan hati with tags , on May 9, 2009 by pendaranhati

*Parijs Van Java, menjelang senja diiringi langit yang berairmata, hari ke sembilan di bulan ke lima, 2009*

kau dan dia
dengan berjuta harapan, kenangan dan masa lalumu

namun kau tiba-tiba menyapa hatiku
kau mengundang namaku

kau bingkiskan aku berjuta untaian kata indah
yang kau bingkai dengan kerinduan

aku tahu itu semu
dan aku tahu
itu bukan untukku

kamu yang kau maksud adalah dia
dia yang tak pernah sanggup kau lupakan
karena memang kau tak ingin melupakannya
dan aku tahu itu

aku takkan menyalahkanmu
karena aku sangat suka dengan itu
sungguh aku sangat suka

suka
ketika kau katakan rindu
suka
ketika kau katakan cinta

aku suka semua itu
sungguh aku sangat suka

meskipun aku sangat..sangat tahu
itu bukan untukku
kamu yang kau maksud adalah dia

dia yang selalu mengiringi hari-harimu dengan
jejak kenanganmu
dia yang selalu mendampingimu dengan senyumannya
dia yang selalu hadir bersama mimpi dalam lelap tidurmu
dia.. ya hanya dia yang ada padamu

akupun merindukanmu.. sebenarnya
hingga berulang kali
aku membaca semua tulisanmu padaku
meskipun aku berairmata
aku pun tersenyum
karena aku tahu
itu bukan untukku…
bukan untukku

akupun merindukanmu.. sebenarnya
hatiku telah kau sunting dengan kata-katamu
tapi sudahlah..
aku takkan pernah sanggup menjadi dia
seperti ini pun sudah cukup membuatku bahagia
layaknya kupu – kupu menari di atas langit biru

Sungguh, aku tak cukup kuasa membuat hatiku cemburu..
cukup mataku saja yang kau buai dengan untaian kata yang membuatku bahagia.

aku dan perempuan

Posted in suntingan hati with tags on May 9, 2009 by pendaranhati

Perempuan berkawan dengan jelaga malam
Rupamu adalah wajah bidadari

Perempuan..
Bagaimana kau dapat menjadi pakaian yang indah
Sedangkan kain yang akan kau persembahkan penuh dengan noda

Perempuan
Bagaimana kau dapat menjadi perhiasan dunia
Sedangkan rupamu saja penuh dengan kemunafikan

Bukan.. bukan kamu perempuan
Tapi itu aku… aku … ya hanya aku yang mengatasnamakan perempuan
Maafkan aku perempuan
Karena aku membuatmu menjadi malu atas diriku

Perempuan, memintal benang-benang kehidupan
Merajutnya dengan kasih dan sayang

Tapi aku… disini hanya meminjam namamu
Dan kemudian mengecewakanmu

Bulir-bulir air mata jatuh disudut bibirmu yang bergetar bersuara lirih

Ya Perempuan,,, aku mendengar do’amu malam ini
Aku mendengarnya meskipun sangat lirih dan bahkan hampir saja suaramu hilang ditempa sunyi.
Tapi aku masih mendengarkanmu Perempuan

Perempuan
Langkahmu takkan pernah secepat kilat
Tapi do’amu akan terhantar tanpa perantara

Perempuan
Dayamu takkan pernah setegak gunung
Tapi, kesabaranmu mewakilkan surga dihatimu

Perempuan berkawan jelaga malam
Masih memintal benang-benang kehidupan
Dalam do’a dan airmata..

Perempuan dengan Kristal di tangannya..
Hati-hati..
Berhati-hatilah Wahai Perempuan
Kristal itu adalah kamu…
Jangan sampai berdebu, kotor, atau bahkan jangan sampai kau pecahkan
Karena pecahanmu mungkin akan melukai dia

Dan kau tahu wahai Perempuan
Jika dia terluka karena pecahanmu
Dia akan terluka, sekarat dan mungkin dia mati
Tanpa meninggalkan maaf untukmu

Dan kini aku meminjam sejenak kristalmu itu
Tapi apa yang aku perbuat
Kristalmu jatuh, pecah berkeping-keping
Itu bukan salah aku..Perempuan.. ini salah dia juga
Aku dan dia bersinggungan, dan aku tak kuasa memegang erat Kristal itu..

Aku pun terluka Perempuan
Dan dia.. mungkin dia juga terluka.. tapi entahlah..

Tanganku berdarah Perempuan
Dan aku masih mengumpulkan pecahan Kristal yang berserakan
Tanganku perih Perempuan

Dan…
Ternyata kakiku pun terluka terkena pecahannya..
Kini bagaimana aku dapat berjalanke arahmu,
Sedang bangkitpun aku tak sanggup.

Maafkan aku Perempuan..
Maafkan atas kelalaian amanah yang kau berikan padaku..

Namun aku melihat kau menghampiriku
Dan berkata kepadaku,
“Tersenyumlah wahai Perempuan, Karena TUHANKU menciptakanmu dengan sebuah senyuman”

*Parijs Van Java, di penghujung malam, hari ke empat di bulan Mei, 2009*

..aku menjadinya dan dia menjadiku….

Posted in suntingan hati on May 9, 2009 by pendaranhati

”Dan jika kamu takut tidak akan berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita lain yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya” [QS. An-Nisaa’ : 3].

Perempuan…
Kembali aku menulis tentang perempuan
Bagaimana kau pernah dipersunting dengan kalimat penuh puja dan puji
Perempuan..
Sungguh aku bangga menuliskan tentangmu..
Perempuan
Yang sekejap dapat menangis lalu tersenyum
Sungguh perempuan
Aku takkan pernah bosan menulis untukmu

Aku tahu, jika kau membaca tulisanku ini
Kaupun akan tersenyum
Karena kau tahu melebihi pengetahuanku atas ini semua

Kau tersenyum perempuan
Senyummu indah
Meskipun aku masih melihat
Kau menyisakan rasa khawatir dan sedikit kecewa

Kau terima taqdirmu atas nama perempuan
Kau tidak akan pernah bisa memilih
Karena memang kau tidak akan sanggup untuk memilih

Perempuan
Penghambaanmu adalah ibadah bagimu
Penerimaan ikhlasmu adalah surga untukmu

Dan kemudian kau berkata padaku
Apakah engkau sanggup sepertiku
Menahan segenap rasa yang tak berupa
Mengikatkan diri atas nama penghambaan karena ibadah

Dapatkah kamu tersenyum dengan luka yang masih belum terobati
Dapatkah kamu melangkah menyusuri taqdirmu

Ayo jawablah sekarang
Aku ingin tahu

Ayo jawab aku
Apa kamu akan menerima segenap taqdirmu karena tidak dapat memilih

Ayo jawab aku
Apakah itu semua karena airmata ini

Ayo cepat jawab aku
Apakah itu semua karena aku hanya
Sebuah tulang rusuk yang hilang
Dan tak berdaya upaya apapun

Perempuan..
Maafkan aku, aku tak sanggup menjawab itu semua
Aku hanya dapat merasakan setiap tetes air matamu yang mengalir
Di wajahmu yang tersenyum

Maafkan aku
Karena takkan sanggup aku menjawab itu semua
Karena sesungguhnya
Aku pun bertanya kepadamu
Karena aku hanya seorang perempuan sama sepertimu

lazuardiku..

Posted in suntingan hati with tags , , , on May 6, 2009 by pendaranhati

Kau tahu..
Jika senja mulai menghilang..
Aku akan tersenyum bahagia
Karena malam akan menjemputku
Dan kemudian aku akan menjadi sangat bahagia

Aku tak peduli dengan gelap dan kelam
Karena aku yakin ada DIA yang akan beriba padaku
Dan kemudian memberikan cahayaNYA
Mungkin cahaya itu bukan untukku
Tapi setidaknya
Meskipun dari jauh aku dapat merasakan terangnya
Aku tak butuh cahaya yang terang
Karena itu akan menyilaukan pandanganku
Dan kemudian aku tak dapat melihat dengan jelas

Kau tahu
Ketika aku mengenalmu melalui namamu
Aku semakin percaya bahwa DIA MAHA INDAH DAN LEMBUT
DIA melaluimu, menyapa hatiku ketika aku bermuram

Atas nama keindahan namamu
Aku semakin percaya
DIA menciptakan segala ciptaanNYA dengan amat sangat sempurna

Kau tahu
Aku mengenalmu bukan melalui rupamu
Cukup namamu yang aku sematkan jauh sebelum aku mengenalmu
Dan melalui namamu
Aku semakin percaya
DIA menyampaikan kalam indah dalam FirmanNYA dengan penuh keindahan bahasa

Dan kau tahu
Melalui tutur bahasa yang kau rangkai dengan tulus
Aku percaya bahwa keberserahanlah yang membuat aku tenang
Aku tak terbuai oleh tulisanmu
Aku tak terbuai oleh rupamu
Karena aku mengenalmu bukan karena tulisan dan rupamu
Aku mengenalimu karena do’a yang teruntai dari namamu

Sudah kesekian kali aku katakana padamu
Aku hanya biasa
yang hatinya pun dapat terluka
yang dari wajahnya pun dapat berirmata

Ya.. aku hanya biasa
Yang hanya biasa
Yang masih belajar memahami batas antara keinginan dan kebutuhan
Ingin kucukupkan segala rupa rasa dalam inginku
Namun sungguh bukan untuk menepuk punggungmu

Untuk melihat wajahmu pun aku hanya terdiam
Lalu bagaimana bisa aku menepuk punggungmu
Sedang tanganku saja masih terluka

Lalu bagaimana bisa kuhadapkan wajahku untuk menatap indah matamu
Sedang aku sendiripun masih kesusahan untuk membersihkan wajahku
Dari kemunafikan dan keterlenaanku

Dan kau tahu
Cahaya yang kuperlukan mungkin ada padamu
tak perlu mendekatiku tak perlu berbagi denganku

cukup dirimu saja disana dan selesaikan urusanmu…
aku hanya butuh pendaran cahaya yang kau genggam
mungkin cahayamu akan menuntunku melalui kegelapan malam
dan aku kemudian berjalan pada jalur yang seharusnya aku lalui..

Demi DIA yang MAHA INDAH dan LEMBUT
Kau telah menyapa hatiku
Bukan atas rupa dan tulisan
Tapi karena keindahan do’a dalam namamu
Wahai engkau pemilik nama seindah langit biru

*Parijs Van Java, dipenghujung malam hari ke empat dibulan Mei, 2009*

aku bukan masa lalumu…

Posted in catatan hati on May 3, 2009 by pendaranhati

Hei..
Tunggu aku… mengapa kau pergi..
Tidakkah kau lihat aku disini

Bagaimana aku dapat mengejarmu
Sedangkan langkahku terikat oleh MASA LALU DAN KENANGANMU
Lalu kedua tanganku pun terluka
Hingga aku tak sanggup membuka ikatan itu

Hei…
Berbaliklah padaku..
Lihat aku disini

Bagaimana aku dapat melihatmu
Sedangkan kau telah menutup penglihatanku
Atas nama cinta masa lalumu

Dan bagaimana aku akan berairmata
Sedangkan kau tak pernah menyediakan punggungmu
Untukku menangis

Lalu bagaimana kau dapat mendengarkan kerinduan ini
sedangkan mulutku kau kunci rapat atas nama kenanganmu

Hei…
Berbaliklah padaku dan lihat aku

Ada yang tertinggal disini
Ya… kau meninggalkan luka yang teramat sangat indah di hatiku
namun aku tak sanggup untuk menyimpannya sendiri

Hei….
Berbaliklah padaku…
Jangan tinggalkan aku…

Bagaimana lagi dapat kusampaikan
bahkan suaraku saja tak pernah kau dengar
hingga seluruh tulisan yang kutorehkan dengan airmatakupun
kau enggan membacanya

Aku tak kan memintamu berbuat apa-apa
Cukup berada di sampingku saja
Ya..cukup ada disampingku saja

Kau tak perlu mengobati lukaku
Karena senyummu yang akan mengobatiku

Kau tak perlu menangis atas penyesalan masa lalumu
Cukup wakilkan padaku
Tak pantas untukmu menangis
Karena aku takkan rela

Aku tak perlu berjuta kata cinta
Karena aku sudah sediakan semua itu

Cepat berbailklah padaku
Dan lihatlah aku

Kau tak perlu menggenggam tanganku
Cukup aku saja yang menggenggammu
Dan aku yang akan memelukmu

Kau tak perlu melakukan apa-apa
Cukup aku saja
Cukup tetaplah disampingku
Iringi langkahku menuju penghambaanku

Biarkan aku yang menyeka seluruh peluh diwajahmu
karena aku hanya ingin melihatmu tersenyum

Namun, bagaimana aku dapat menyematkan senyumanku
Jika bibirmu pun kelu karena sumpah masa lalumu

Cukup sediakan saja bahumu
Sehingga sejenak aku melepaskan sedikit lelahku

Dan kemudian…
BIARKAN AKU MATI DALAM KEBAHAGIAAN YANG TUHAN WAKILKAN KEPADAMU

*Parijs Van Java, hari ke empat di bulan Mei,2009*